Sabtu, 27 Februari 2016

Cara Mengetahui Tingkatan Penyakit Polip Anus

Cara Mengetahui Tingkatan Penyakit Polip Anus, Tinggatan penyakit atau level seuatu penyakit merupakan hal yang perlu di ketahui atau hal yang paling pentung sebab jika kita mengetahui tingkatan masalah kita kita bisa segera mencegah penyakit tersebut sebelum penyakit lebih membahayakan atau menginjak level yang lebih tinggi. Berikuti informasi selengkapnya : 
Patofisiologi
Bantalan hemoroid merupakan bagian normal anatomi manusia dan menjadi penyakit patologis hanya ketika bagian ini mengalami perubahan abnormal. Terdapat tiga bantalan utama dalam saluran anus normal. Biasanya bantalan ini terletak di posisi lateral kiri, anterior kanan, dan posterior kanan. Semuanya tidak tersusun atas arteri atau vena tetapi pembuluh darah yang disebut sinusoid, jaringan ikat, dan otot polos. Sinusoid tidak mempunyai jaringan otot di dindingnya, seperti yang ada pada vena. Kelompok pembuluh darah ini dikenal sebagai pleksus hemoroid.

Bantalan hemoroid penting untuk kontinensia. Bagian ini berperan dalam memberikan 15–20% tekanan penutupan anus saat istirahat dan melindungi otot sfingter ani selama pengeluaran kotoran. Ketika seseorang mengejan, tekanan intra-abdomen meningkat, dan bantalan hemoroid membesar membantu mempertahankan agar anus tetap tertutup. Dipercaya bahwa gejala wasir terjadi ketika struktur vaskuler ini turun ke bawah atau ketika tekanan vena meningkat secara berlebihan. Peningkatan tekanan sfingter ani juga dapat berperan dalam gejala wasir. Ada dua jenis gejala wasir yang dapat timbul: internal dari pleksus hemoroid superior dan eksternal dari pleksus hemoroid inferior. Garis dentata membagi kedua daerah tersebut.

Diagnosis
Wasir biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan fisik. Pemeriksaan visual pada anus dan area sekitarnya dapat mendiagnosis wasir eksternal atau prolaps. Colok dubur dapat dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya tumor rektal, polip, pembesaran prostat, atau adanya abses. Pemeriksaan ini mungkin tidak dapat dilakukan tanpa sedasi yang sesuai karena nyeri yang timbul, walaupun kebanyakan wasir internal tidak menyebabkan nyeri. Konfirmasi visual wasir internal mungkin perlu dilakukan dengan anoskopi, suatu alat berbentuk tabung berlubang yang dilengkapi lampu pada satu sisinya. Terdapat dua jenis wasir: eksternal dan internal. Kedua jenis ini dibedakan atas posisinya relatif terhadap garis dentata. Beberapa orang tertentu dapat menunjukkan versi simtomatis keduanya. Jika disertai nyeri, kondisinya lebih menyerupai fisura ani atau wasir eksternal dan bukan wasir internal.

Dengan infomasi di atas kita bisa lebih mengetahui lebih jauh tngkatan dan resika yang bisa kita ambil juga tingkatan suatu penyakit lebih meningkat dan tanpa memberikan penangan waktu yang tidak tepat. Jadi kami sarankan anda untuk selalu menjaga kesehatan dan hidup bersih agar terhidar dari gejala dan penyakit yang bisa menyerang anda. 

Artikel Terkait : 
Mungkin hanya itu yang bisa kami sampaikan dalam kesempatan kali ini, semoga informasi yang kami posting bisa membantu memperlebar wawasan anda terutama untuk mencegah dan mengatasi penyakit (polip Anus).  Terimakasih atas minat dan kunjungnnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar